February Interlude, Jogja Unique Culture di The Phoenix Hotel

Spread the love
  • 5
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Samasta Magazine. The Phoenix Hotel kembali menyambung silaturahmi dengan para desainer lokal Yogyakarta. Sebagai hotel pionir yang membawa dunia fashion ke perhotelan dan turut berkontribusi dengan mengangkat banyak nama desainer lokal hingga ke kelas nasional. Inilah yang kemudian membuat The Phoenix kembali menjadi tuan rumah bagi para desainer Yogyakarta dengan mengadakan gelaran fashion February Interlude “Jogja Unique Culture” bersama APPMI Yogyakarta.

Gelaran fashion show di awal tahun ini masih mengusung konsep favorit para desainer APPMI dengan memanfaatkan penggunaan kain-kain eksklusif produksi sendiri, yang memiliki ciri khas klasik, alami dari sisi pewarnaan, dan kaya motif sesuai tema yang diangkat kali ini.

Para desainer APPMI yang diajak terlibat pada pagelaran fashion show di The Phoenix kali ini antara lain Sugeng Waskito, Dewi Deeje, Lusi Ekawati, Tarimade, Vitalia Pamoengkas, Rani Prasodjo, Zamwarir, Liza Supriyadi, Ayu Purhadi, Dadang Koesdarto, juga dua orang member baru APPMI yaitu Linda dan Adewani yang sekaligus diresmikan sebagai anggota saat fashion show ini.

Gelaran fashion kali ini cukup berbeda dengan fashion show sebelum-sebelumnya. Dimana APPMI sebagai partner The Phoenix Hotel Yogyakarta turut menggandeng para public figure yang berasal dari pemerintahan untuk diajak menjadi model-model yang membawakan karya-karya mereka, sehingga terlihat anggun dan sesuai dengan karakter karya-karya para desainer tersebut.

Diantaranya Yani Saptohudoyo, Dra. Ch. Lucy Irawati selaku Kepala Dinas Koperasi, UKM dan Nakertrans Kota Yogyakarta, Ir. Aris Riyanta, Msi, Kepala Dinas Perindustrian & Perdagangan Provinsi DIY, Drs. Tavip Agus Rayanto, M.Si., selaku Kepala Bidang Perencanaan Pembangunan Daerah Provinsi Yogyakarta selain itu juga ada perwakilan dari Kadin Yogyakarta dan Formeker.

Maria Perwitasari, selaku Marketing Communications Manager The Phoenix Yogyakarta mengatakan, bahwa pihaknya sekaligus menjadi wadah untuk mengenalkan karya-karya terbaru mereka, dan juga menjembatani kerjasama baik antara desainer, hotel, dan juga para pecinta fashion di Yogyakarta.

Acara fashion show yang digelar sore hari, pertengahan Februari lalu di Terrace 1918’s, diawali jamuan Hi-tea, dilanjutkan dengan tarian kontemporer sebagai pembukaan dari Gendhis Paranti. Sementara itu fashion show yang dibagi menjadi dua sesi ini selain menampilkan karya kain-kain tradisi yang dirancang menjadi lebih modern dan menarik sebagai karya ready to wear ini, juga menampilkan potongan yang lebih dinamis dan tampak modern sehingga lebih menarik.

Tak hanya berhenti disini saja, The Phoenix Hotel akan terus membuka diri bagi para desainer yang ingin saling mendukung dan memajukan dunia fashion Yogyakarta dengan event yang lebih hangat mempertemukan manajemen hotel, para desainer, komunitas dan kolektor fashion di sini.

Teks&Foto: Ist.


Spread the love
  • 5
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *