Mendulang Uang Dari Dluwang

Spread the love
  • 1
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  


Proses penjahitan.


Proses pembuatan sandal.

Samasta Magazine. Dluwang/Kertas ( dalam bahasa Jawa ), identik dengan koran bekas atau majalah yang setelah di baca biasanya hanya menjadi sampah dan sebagian di pakai sebagai pembungkus makanan atau nasi. Namun di tangan Briane Novianti ( 32 tahun ) perempuan yang tinggal di bantaran sungai Code,Ledok Tukangan Yogyakarta  dan sekaligus menjadi showromnya ini, kertas bekas tersebut di rubah menjadi berbagai macam pruduk kerajinan tangan dengan nilai jual yang lebih.


Proses melipat menggulung kertas.


Membuat pola.

Ide ini berawal dari keisengan di kampus pada saat temannya mengumpulkan kertas skripsi pada tahun 2012, Briane Novianti bersama temanya mencoba membuat karya berupa pruduk kerajinan tas anyaman secara manual dan di beli oleh mahasiswa asing dari fakultas yang berbeda di Kampusnya.

Tas wanita menjadi produk yang diminati.

Proses Tenun Kertas dengan ATBM (Alat tenun Bukan Mesin).
Hingga kini berbagai macam produk ia hasilkan dengan bran “ Dluwang “ daur ulang jadi uang, mulai dari asesoris yang harganya Rp.2.000 hingga Tas kombinasi seharga Rp.300.000 masih di minati pelangganya.  Ini membuktikan bahwa peluang masih terbuka lebar meski bahan baku semakin berkurang karena penggunaan kertas yang semakin hari terkikis oleh era digital.
Briane Novianti di antara hasil karyanya.
Teks&Foto: Budi Prast

Spread the love
  • 1
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *