Canthing-Kopi-Kreatif-Samasta-Magazine-03

Menikmati Kopi ala KOKE

Spread the love
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Bagi penikmat kopi, sehari tanpa menengguk minuman tersebut terasa ada yang kurang. Terlebih saat ini ritual minum kopi sudah menjadi gaya hidup yang tidak bisa dilepaskan bagi penikmatnya. Namun tidak semua orang dapat menikmati secangkir kopi dengan alasan tertentu.

Lantas bagaimana jika mereka yang tidak mengkonsumsi kopi namun menyukai harum aromanya ingin tetap menukmatinya? Tak perlu khawatir, bagi Anda yang tidak bisa minum kopi namun ingin menikmatinya, Kopi Kreatif (KOKE) bisa dijadikan pilihan.
Berawal pada tahun 2015, Yudi Prasetyo selaku Founder KOKE mulai membuat danĀ  menyajikan kopi dengan cara lain menikmati kopi tanpa harus diminum. Bahan biji kopi sendiri berasal dari petani di Empat Lawang Sumatera Selatan, Temanggung Jawa Tengah dan Bali. Biji kopi tersebut merupakan jenis biji kopi yang tidak layak di konsumsi karena kondisi tidak baik dan tidak bisa di olah menjadi minuman oleh para petani.
Untuk produksi KOKE, Yudi Prasetyo mempercayakan lebih dari 15 orang ibu-ibu rumah tangga di sekitar tempat tinggalnya di daerah Prambanan dan di wilayah Pendowoharjo Bantul Yogyakarta. Karena lahir dan besar di Jogja, harapan Yudi secara tidak langsung KOKE akan bisa menjadi salah satu oleh-oleh khas asli Jogja dalam kategori kerajinan yang menggunakan biji kopi.
Berbagai macam produk di antaranya adalah Gelang Kopi,Parfume, Roll On dan Pewangi Mobil dengan harga belasan ribu hingga ratusan ribu rupiah, KOKE sudah memiliki pangsa pasar yang cukup baik. Karena KOKE menjadi salah satu pelopor usaha aksesoris kopi di Indonesia.
Meski 70 persen konsumen membeli melalui online, KOKE tetap membuka Gerai Workshop untuk display sekaligus melayani pembeli yang ingin bisa melihat langsung produknya. Menempati Ruko ber ukuran kurang lebih 4 X 7 meter di Jalan Kaliurang Km 5,2 Gang Wuni No 1 Manggung Caturtunggal Depok Kabupaten Sleman Yogyakarta, suasana dengan aroma kopi menjadikan pengunjungnya betah berlama-lama berada di tempat tersebut.
Teks&Foto: Budi Prast

Spread the love
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *