Membangkitkan Kota Sepeda di Jogja Republik Onthel

Spread the love
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Pernah dijuluki sebagai kota sepeda,karena sangking banyaknya aktifitas masyarakat bersepeda di kota Jogja. Kini komunitas PODJOK ( Paguyuban Ontel Djogjakarta ) berusaha untuk membangkitan lagi budaya bersepeda di Yogyakarta dengan kegiatan yang diberi nama Jogja Republik Onthel.

Masa kejayaan sepeda memang terbilang masih baru, sekitar Sewindu yang lalu. Dimana segala penjuru Kota Jogja dipenuhi dengan aktifitas para pesepeda. Bahkan sempat tercetus setiap jumat malam bersepeda.  Itu menjadi cerita tersendiri bagi para pesepeda yang pernah mengalaminya saat berkumpul di Stadion Kridosono.

Jogja Republik Onthel merupakan wadah dari pegiat seni budaya dan sejarah yang memiliki berbagai latar belakang pendidikan maupun profesi. Menurut Pesiden JRO Muntowil,wadah ini memiliki tujuan untuk selalu berkiprah dan bersinergi bersama untuk secara intens melestarikan kearifan lokal.  Baik itu seni, budaya dan sejarah diwilayah Daerah Istimewa Yogyakarta khususnya dan di Indonesia pada umumnya.

Dengan tema “RAJAKAYA – DJIWA RAGA NUSWANTARA”, yang mengandung maksud ajakan supaya kita sebagai masyarakat modern ini bisa memiliki kebiasaan hidup menabung/investasi. Seperti pada zaman dahulu moyang kita menabung dalam bentuk ternak seperti ayam, kambing, sapi maupun kerbau.

Maka Logo ayam jago dipilih menjadi ikon JRO 2019. ini mengandung makna bahwa ayam itu selalu bangun pagi untuk mencari makan, yang diartikan agar kita giat bekerja ungkap Towil.

Ini merupakan kali kedua JRO dilaksanakan. Sebelumnya pada tahun 2017 even serupa juga telah sukses diselenggarakan dan berkolaborasi dengan pihak Benteng Vredeburg. Sekaligus untuk menyongsong HUT Benteng  Vredeburg yang ke-27, dengan sub tema  “ Jelajah wisata sepeda sejarah”.

Acara yang berlangsung pada  tanggal 9 – 10 November 2019 ini, dipersembahkan untuk khalayak umum dan seluruh onthelis dari berbagai komunitas diseluruh Indonesia, dengan suatu keunikan dan tidak meninggalkan  kearifan lokal.

Selain menjadi termpat berkumpulkya komunitas sepeda. Berbagai macam acara meliputi Pameran Sepeda Tua, Sarasehan Sejarah, Pasar Klithikan dan jelajah Sepeda termasuk penganugerahan bagi pegiat Sepeda.

Yang menarik dari acara ini adalah silaturahmi antar penggemar sepeda yang tidak membeda-bedakan satu sama lain. Jadi semuanya bisa berbaur bersama baik dari yang tinggal di Jogja maupun dari daerah lain.

Salah satunya adalah Pak Edi, satu dari ribuan Onthelis yang hadir jauh-jauh dari Lahat Sumatera Selatan untuk hadir ke JRO. Tak tanggung-tanggung, diusianya yang ke 54 tahun ini, Edi mengayuh sepeda tuanya dengan menempuh waktu perjalanan selama 35 hari untuk sampai di Jogja demi bisa berkumpul dan ikut memeriahkan acara.

Teks&Foto: Budi Prast


Spread the love
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *