Akulturasi Budaya di Selasa Wage

Spread the love
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Hari Selasa Wage di Malioboro Yogyakarta menjadi sangat Viral dan Fenomenal. Sejak dilaksanakan pertama kali pada 18 Juni 2019, wajah kawasan Malioboro semakin berubah. Dengan konsep meliburkan para pedagang kaki lima selama sehari penuh dan bebas dari kendaraan bermotor. Ini menjadi saat yang dinanti setiap 35 hari sekali bagi  warga masyarakat Jogja maupun para Wisatawan untuk bisa benar-benar menikmati Malioboro.

Pada awalnya Selasa Wage hanya bebas dari PKL dan kendaraan bermotor untuk menjadikan Malioboro sebagai pusat Pedestrian. Tapi karena Jogja kental dengan budaya, maka pemerintah menggandeng komunitas dan berbagai macam elemen masyarakat untuk mengisi kekosongan itu menjadi tempat berekspresi,berkesianan dan berkegiatan budaya.

Alhasil berbagai macam kegiatan dan pertunjukan atraksi budaya disepanjang jalan Malioboro kini selalu dinanti. Bukan hanya sekadar bebas menikmati jalanan Malioboro,para pengunjung bisa memilih berbagai macam kegiatan yang sudah terjadwalkan sesuai dengan keinginanya.

Mulai dari flashmob,atraksi  Barongsai hingga berbagai macam pertunjukan kolosal bisa ditemui dimasing-masing titik disepanjang jalan Malioboro. Kegiatan inilah yang  memberikan warna tersendiri bagi Malioboro untuk maju bersaing dengan kota-kota besar lain tanpa harus meninggalkan budayanya.

Teks&Foto: Budi Prast


Spread the love
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *