Berbagi Sejangkauan Tangan

Spread the love
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Semua aktifitas berhenti total, pun jalan di perkampungan tak luput dari portal. Ketika pemerintah memberkalukan masyarakat untuk tinggal di rumah. Sehari, duahari suasana masih nyaman tak ubah seperti liburan. Tapi selebihnya masyarakat mulai bosan dengan keadaan yang tak pasti dikala Pandemi Covid 19 mulai melanda negeri ini pada bulan maret 2020 lalu.

Arief Winarko “39” seorang pekerja swasta sekaligus pengusaha kafé   yang tinggal di Kutuwates  RW 10 Sinduadi MLati Sleman, Yogyakarta, tak luput  merasakan dampaknya. Ditengah kegalauan dan sangking bosanya karena hanya di rumah tanpa ada kegiatan. Mas Win biasa disapa, mencoba iseng mencari kegiatan membeli sayuran dari petani yang berada di lereng Gunung Merapi, Muntilan Jawa Tengah.

Dengan harga yang terjangkau karena musim panen, sayur mayur tersebut lalu dibagikan secara gratis kepada para tetangganya, dengan cara di cantelkan di pagar luar kafé miliknya yang berada persis di pertigaan jalan. Karena kondisi memang sangat membutuhkan, warga yang melintas tak ragu untuk meraih sayuran sejangkauan tangan mereka.

Dari upaya sederhana tersebut, banyak tetangga yang merespon positif. Tak jarang warga juga banyak yang  ikut menyumbang, mengisi dan mencantelkan sediri setiap harinya. Bukan hanya sayuran saja, tapi terkadang ada yang menyumbang tempe, tahu, minyak goreng dan kebutuhan pokok lainya.  Ini merupakan aksi sosial sederhana, nyata yang ada disekitar kita dan  membuka kesadaran bagai warga  mampu untuk berbagi dengan tetangga yang memang lagi membutuhkan, ungkap mas win.

Seiring berjalanya waktu, dikehidupan  normal baru donasi semakin banyak. Bahkan teman-teman mas win yang melihat unggahan di media sosialnya banyak yang tertarik untuk membuat aksi serupa di tempat tinggalnya. Sehingga muncullah ide yang diberi nama gerakan “Sejangkauan Tangan” dan kini sudah ada 8 titik posko yang tersebar di Yogyakarta dan membuka donasi secara online bagi yang tidak bisa memberikan sayuran.

Teks&Foto: Budi Prast


Spread the love
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *