Abhiseka, Ritual Penyucian Candi Prambanan

Spread the love
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Candi Prambanan merupakan candi Hindu terbesar yang pernah dibangun pada masa lampau. Kemegahannya menyimpan daya pikat yang luar biasa sehingga selalu menjadi tujuan wisatawan. Berdasarkan Prasasti Siwagrha, candi ini diresmikan oleh Rakai Pikatan Dyah Seladu pada tahun 856 M.

Hasil dari pembacaan Casparis, Candi Prambanan diresmikan pada 12 November 856 M. Sehingga tepat tahun 2020 ini salah satu candi termegah di Asia Tenggara ini berusia 1.164 tahun. Tentunya usia yang sudah mencapai lebih dari seribu tahun ini kian bermakna manakala digelar abhiseka atau peringatan hari ulang tahun Candi Prambanan.

Prosesi Abhiseka tahun ini merupakan momen sakral yang menggabungkan antara unsur religi dan budaya. Mengusung tema The Spirit of Siwa Grha, diharapkan abhiseka yang sudah digelar kali kedua ini mampu memberikan cahaya untuk spirit dan fisik bagi Candi Prambanan. Sehingga masyarakat pun memiliki keterikatan dan kebanggaan terhadap mahakarya leluhur.

Dalam prosesinya kali ini, abhiseka Candi Prambanan mengawali kegiatan ini dengan ritual persembahyangan yang sangat sakral. Beragam sesaji dipersembahkan kepada Sang Maha dengan dirapalkan berbagai doa dan harapan untuk kebaikan candi dan kondisi bangsa ini.

Kehadiran maestro tari Didik Nini Thowok yang mempersembahkan tarian Siwa Nataraja, sebuah tarian kosmis Siwa. Siwa menarikan Tandawa atau Nataraja sebagai tanda adanya peristiwa alam. Sebagaimana kita tahu bahwa dunia sedang dilanda pandemi Covid 19. Harapannya dengan adanya ritual suvi abhiseka bertema Siwa Nataraja Santi Jagadhita, Siwa akan menarikan Tandawa sebagai wujud kesadaran kosmis, yang mana esensinya adalah untuk peningkatan kesadaran jiwa.

Abhiseka dimaknai sebagai pensucian candi dimana usaha manusia untuk membersihkan diri alam semesta ini supaya bersih dari segala sengkala. Prosesi kali ini pun tak lepas menggunakan protokol kesehatan yang ketat dengan mewajibkan peserta untuk memakai masker dan menjaga jarak atau social distancing.

Teks: Della Yuanita; Foto: Budi Prast


Spread the love
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *